Review Di Tanah Lada


Book review
Hai..
Apa kabar semuanya?
Akhirnya aku coba melawan rasa malasku, dan jadilah mereview sebuah buku dari ka Ziggy Z yang berjudul Di Tanah Lada terbitan dari @bukugpu ok check it out!!
.
Blurb:
Namanya Salva. Panggilannya Ava. Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna. Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal. Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga. Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak yanh pintar berbahasa Inggris. Setelah pindab ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan anak laki-laki bernama P. Iya, namanya hanya terdiri dari satu huruf P. Dari pertemuan itulah, petualangan Ava dan P bermula hingga sampai pada akhir yang mengejutkan.
.
Mas Alri tersenyum. "Mungkin, orang yang saling menyayangi, bisa lahir jadi penguin kalau di kehidupan sebelumnya mereka ngga cukup beruntung untuk bisa berbagi kasih bersama. Atau, sebelumnya, mereka adalah penguin. Penguin bisa saja mati. Tapi cinta mereka hidup selamanya." H. 187.
.
Buku yang cukup menyayat hati karena berkisah tentang petualangan dua anak yang merupakan korban KDRT, Ava dan P.
Ava adalah anak yang pintar, saat pertama membaca buku ini sampai membuatku merasa sedang belajar Berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
P pintar bernyanyi dan bermain gitar, meski lagu yang dinyanyikan dan dimainkan olehnya hanya itu-itu saja.
.

Ava adalah anak yang pintar, saat pertama membaca buku ini sampai membuatku merasa sedang belajar Berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kepolosan dan kebahagiaan mereka terenggut oleh kekerasan yang mereka alami. Cinta yang seharusnya didapatkan dari kedua orangtua, tidak sepenuhnya mereka dapatkan.
.
Keren siii ceritanya bikin nyess hati dan ngga nyangka endingnya akan seperti itu, plot twist paraahhhh. Rasanya ingin memberitahu mereka bahwa mereka berhak bahagia. Berhak mendapatkan cinta.
Cuma di beberapa bagian ko terasa terlalu dewasa untuk ukuran anak-anak sekecil ini, jadi terlihat seperti agak sepasang remaja yang sedang fase 'bucin'.
Menurutku ini buku yang sangat unik dan memiliki konflik yang sesuai realita. Dari buku ini aku memahami dan belajar beberapa hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Bacaan yang ringan dan recommended 👍
Rating 4 🌟🌟🌟🌟 untuk buku ini

Komentar

Postingan Populer